Sabtu, 03 November 2018

Tarian gatotkaca

Tari GatotKaca Gandrung 

 Ksatria Negeri Pringgodani, Gatotkaca, tengah bersiap melakukan pernikahan dengan pujaan hatinya, Dewi Pergiwa. Namun tanpa dinyana, timbul aral melintang di tengah persiapan pernikahannya tersebut. Pasalnya, Lesmana dari Kurawa tidak menginginkan pernikahan tersebut terwujud.

Dengan segala siasat licik yang dimotori Patih Sengkuni, Lesmana langsung meminang Dewi Pergiwa yang tak lain adalah putri Arjuna tersebut. Lamaran tersebut akhirnya diterima oleh Dewi Pergiwa. Melihat hal itu, Gatotkaca serasa tidak percaya dan menanyakan langsung kesetiaan cinta Dewi Pergiwa.

Setelah mendengar penjelasan Dewi Pergiwa yang terkenal cantik jelita di Negeri Yodipati tersebut, akhirnya Gatotkaca mencabut keris dari warangkanya dan akan bunuh diri di hadapan Dewi Pergiwa. Namun, usaha Gatotkaca tersebut dihentikan oleh Dewi Pergiwa. Setelah itu, Dewi Pergiwapun menjelaskan maksud dan tujuan menerima lamaran Lesmana, karena ingin mengetahui isi hati dan cinta Gatotkaca yang sebenarnya pada dirinya.
      
Singkat cerita, setelah mengetahui hal itu Gatotkaca pun menjadi lega dan menantang Lesmana untuk mendapatkan Dewi Pergiwa. Dalam duel tersebut akhirnya dimenangkan oleh Gatotkaca dan rencana pernikahan mereka akhirnya terwujud.

Salah seorang penari, Samsuri mengatakan tarian tersebut diambil dari salah satu epos kisah Mahabarata. Diangkatnya karya tersebut, karena selama ini Gatotkaca identik dengan kegagahan, kepahlawanan dan sikap pria sejati yang menonjol. Padahal, sisi romantisme dari Gatotkaca sendiri selalu menarik untuk diangkat.
“Kami sengaja mengusung romantisme sosok Gatotkaca kedalam sebuah tarian. Karena, selama ini Gatotkaca selalu identik dengan sifat gagah, sangar dan pemberani,” ujar pria yang juga sebagai Dosen di institusi pemerintah tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar